#Individu, Keluarga, dan Mayarakat
1. Kemiskinan dari Individu
1. Kemiskinan dari Individu
Masalah Sosial hadir didalam sendi kehidupan masyarakat dikarenakan ketidakmampuan masing-masing individu dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan yang dimaksud meliputi kebutuhan finansial dan kebutuhan sosial sebagai anggota masyarakat. Kebutuhan finansial meliputi hal pemenuhan kebutuhan pokok yang bersifat materi sedangkan kebutuhan sosial meliputi hal yang tidak bersifat materi. Masyarakat yang terdiri dari banyak individu, masing-masingnya memiliki hasrat untuk memenuhi semua kebutuhan itu. Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan didasari atas nilai butuh dan hasrat ingin memuaskan. Untuk mewujudkan suatu tuntutan diri individu, masing-masingnya harus memiliki modal untuk mendapatkan atau merealisasikan suatu kebutuhan dan suatu hasrat. Apabila modal tidak mencukupi dan tidak memadai untuk mendukung individu memenuhi hasrat dan kebutuhannya, maka akan timbul suatu masalah bagi dirinya sendiri yakni individu gagal untuk merealisasikan keinginannya tersebut.
Masalah ketidakberdayaan seorang individu dalam memenuhi kebutuhannya telah melalui suatu proses yang tersistematis di dalam dirinya. Bagaimana seorang individu memiliki suatu keinginan, setelah itu ada usaha untuk mewujudkan keinginannya, ada pertentangan dalam diri antara hasrat keinginan, modal dan prioritas kebutuhan, hasil dari suatu pertentangan diri adalah mampu atau tidaknya individu untuk merealisasikan kebutuhannya. Ketidakberdayaan individu dalam memenuhi kebutuhan seringkali dipahami oleh banyak masyarakat dikarenakan ketiadaan uang. Uang telah menjadi penentu di dalam segala aspek kehidupan masyarakat, dan disinipun uang menjadi modal bagi individu untuk memenuhi kebutuhannya.
Individu yang gagal mewujudkan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan hidup berpotensi menyumbang benih untuk menciptakan masalah baru, masalah yang ruang lingkupnya lebih luas yakni masyarakat. Masyarakat sebagai sebuah sistem yang didalamnya ada struktur, dapat terganggu stabilitasnya apabila ada suatu masalah masuk ke dalam sistem yang ada di dalamnya. Masalah yang berasal dari individu sangat mungkin untuk menciptakan masalah di dalam suatu masyarakat, mengakibatkan sistem yang berjalan akan terhambat dan tidak berjalan maksimal. Lebih parah lagi apabila masalah diakumulasikan dari tiap-tiap individu yang ada dalam suatu masyarakat. Sistem yang sedang berjalan dalam suatu masyarakat akan terganggu oleh kehadiran masalah tersebut dan berdampak pada tatanan struktur yang telah lama ada dalam masyarakat.
Awalnya sebagai masalah individu, dan beralih menjadi masalah sosial. Masalah individu hanya menjadi masalah bagi diri si individu, dan sedikit pengaruhnya ke pihak diluar diri si individu. Namun ketika masalah individu telah berdampak negatif yang besar terhadap pihak luar, maka masalah itu telah menjadi masalah sosial karena tidak lagi dikonsumsi hanya seorang diri namun telah dikonsumsi oleh banyak individu dalam masyarakat. Contohnya ketika seseorang berusaha untuk memenuhi kebutuhan makan sebagai kebutuhan pokok, namun uang sebagai modal untuk mendapatkan makanan tidak tersedia secara cukup, sehingga mengakibatkan seseorang tersebut untuk mencuri barang/hak orang lain. Disinilah akan terlihat suatu benih masalah yang disumbangkan seorang individu, masalah tersebut telah berdampak terhadap orang lain diluar dirinya, dan dapat mempengaruhi suatu kelompok atau komunitas dalam masyarakat.
Kemiskinan salah satu bagian dari masalah sosial yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, kemiskinan telah menjadi biasa dalam kehidupan karena kita sering menjumpainya. Kemiskinan sebagai bentuk ketidakberdayaan manusia dalam pemenuhan kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan yang membutuhkan modal yakni uang, namun modal yang dimiliki tidak mencukupi. Yang seringkali mengalami kemiskinan adalah individu yang jumlah pendapatannya kecil sedangkan tingkat kebutuhannya besar. Namun ada juga individu yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan sandang dan pangan. Kemiskinan perkotaan adalah contohnya. Banyak masyarakat kota yang untuk memenuhi kebutuhan pangannya saja tidak mampu karena ketiadaan uang, sehingga banyak terjadi kasus ada orang yang harus melakukan tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan dan sebagainya untuk mendapatkan hanya sekedar sesuap nasi. Sebuah realita yang sering ditemukan di perkotaan. Padahal perkotaan sebagai sebuah tempat yang sudah maju pembangunannya dibeberapa sisi dibanding pedesaan. Ternyata pembangunan yang giat dilaksanakan diperkotaan tidak serta merta membawa kondisi kehidupan masyarakat perkotaan mutlak untuk sejahtera.
Kondisi masyarakat miskin yang makin menggeliat di masyarakat perkotaan juga dipengaruhi kepadatan jumlah penduduk perkotaan. Sehingga kompetisi dalam pencarian pekerjaan menjadi ketat. Kompetisi yang terjadi mengakibatkan pihak-pihak yang tidak berkompeten semakin terjepit kondisinya. Pihak-pihak itulah yang sering kita jumpai dalam kehidupan selama ini, seperti para pemulung, pengemis, pengamen, anak jalanan. Mereka kalah dalam ketatnya persaingan kompetisi lapangan kerja, terutama untuk kondisi ruang perkotaan. Kekalahan mereka tersebutlah akhirnya membuat ruang kota semakin padat, semakin mengerikan, karena Kemiskinan!
2.Keluarga dan Fungsinya Didalam Kehidupan Manusia
Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahrikan individu dengan berbgai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.
Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat dimana-mana di dunia ini. Sebagai gejala yang universal, keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga .
1. Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Yang mengiakt suami dan istri adalah perkawinan, yang mempersatukan orang tua dan anak-anak adalah hubungan darah (umumnya) dan kadang-karang adopsi.
2. para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk sautu rumah tangga (household), kadang-kadang satu rumah tangga itu hanya terdiri dari suami istri tanpa anak-anak, atau dengan satu atau dua anak saja
3. Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki-laki dan anak perempuan
4. Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.
Dalam bentuknya yang paling dasar sebuah keluarga terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan ditambah dengan anak-anak mereka yang belum menikah, biasanya tinggal dalam satu rumah, dalam antropologi disebut keluarga inti.. satu keluarga ini dapat juga terwujud menjadi keluarga luas dengan adanya tambahan dari sejumlah orang lain, baik yang kerabat maupun yang tidak sekerabat, yang secara bersama-sama hidup dalam satu rumah tangga dengan keluarga inti.
Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat dimana-mana di dunia ini. Sebagai gejala yang universal, keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga .
1. Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Yang mengiakt suami dan istri adalah perkawinan, yang mempersatukan orang tua dan anak-anak adalah hubungan darah (umumnya) dan kadang-karang adopsi.
2. para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk sautu rumah tangga (household), kadang-kadang satu rumah tangga itu hanya terdiri dari suami istri tanpa anak-anak, atau dengan satu atau dua anak saja
3. Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki-laki dan anak perempuan
4. Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.
Dalam bentuknya yang paling dasar sebuah keluarga terdiri atas seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan ditambah dengan anak-anak mereka yang belum menikah, biasanya tinggal dalam satu rumah, dalam antropologi disebut keluarga inti.. satu keluarga ini dapat juga terwujud menjadi keluarga luas dengan adanya tambahan dari sejumlah orang lain, baik yang kerabat maupun yang tidak sekerabat, yang secara bersama-sama hidup dalam satu rumah tangga dengan keluarga inti.
3. Masalah Masyarakat Indonesia
28 January 2008 Kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang, masih memiliki pola pikir yang kurang menguntungkan untuk diri mereka sendiri. Atau, kalau boleh saya bilang, kebanyakan masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir masyarakat di era industrialisasi. Ingat kawan, kita sekarang hidup di era yang baru; era informasi. Banyak hal dan kenyataan hidup orang-orang di era industrialisasi yang sudah tidak relevan lagi dengan kondisi dan kenyatan yang ada sekarang. Pada era industrialisasi, kita dididik untuk menjadi seorang pekerja industri, dengan segala konsekuensi yang ada. Konsekuensi seperti apa? Konsekuensi yang paling nyata dan dialami oleh kebanyakan orang pada era industrialisasi adalah bertambahnya masalah sosial masyarakat. Keluarga, sebagai komunitas terkecil, telah menjadi salah satu sumber dari masalah sosial tersebut. Orang tua yang harus bekerja dari pagi hingga malam hari, karena tuntutan hidup, semakin kehilangan kontrol dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Anak-anak yang tumbuh tanpa bimbingan orang tua akan menimbulkan masalah sosial yang besar bagi masyarakat, sekarang dan dimasa yang akan datang. Disamping itu, pada era industrialisasi, uang dan materi menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang, sehingga hal tersebut membuat orang berlomba-lomba untuk mengejar materi demi memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia; kebutuhan aktualisasi diri (pengakuan) dari orang lain (teori Maslow). Kemudian, cara kerja dan gaya hidup orang-orang di era industrialisasi ternyata tidak berhasil memberikan kepastian dan keamanan hidup kepada kebanyakan orang di dunia ini. Hanya segelintir orang saja, yang benar-benar dapat menikmati hidup yang lebih membahagiakan dan bernilai tinggi. Pernahkah Anda Berfikir, Apa Jadinya Anda Dan Keluarga Anda, Jika; - Tiba-tiba Perusahaan Tempat Anda Mencari Nafkah, Memutuskan Untuk Mem-PHK Anda?" - Sesuatu Yang Buruk Menimpa Diri Anda - Bagaimana Kualitas Hidup Anda Pada Masa Pensiun Anda? "Lantas Untuk Apa Anda Bekerja, Siang-Malam, Senin-Jum'at, Jika Anda Tahu Bahwa Kualitas Hidup Masa Pensiun Anda Lebih Buruk Daripada Kondisi Anda Sekarang?" Plan to Fail Itulah yang dikenal dengan sebutan; "plan to fail", yang sesungguhnya! Anda merencanakan hidup Anda sedemikian rupa dengan bersekolah, meraih gelar akademis tinggi, dengan harapan untuk dapat bekerja pada perusahaan yang mampu membayar gaji sesuai dengan keinginan Anda, berkeluarga, dan selanjutnya memasuki masa pensiun.
Pertanyaannya adalah; seberapa sering Anda menjumpai orang yang sangat berbahagia lahir-bathin pada masa pensiun-nya? Lihat orang tua Anda, lihat paman dan bibi Anda. Apa yang terjadi dengan mereka pada masa pensiun-nya? Lantas, mengapa kita harus melakukan hal yang sama, seperti yang telah mereka lakukan? Suka atau tidak, kenyataannya adalah pada masa pensiun, orang cenderung mengalami penurunan dari sisi penghasilan, kondisi fisik, dan kepercayaan diri. Hal ini dapat berakibat kepada bertambahnya permasalahan sosial yang harus dihadapi oleh masyarakat. Keperdulian yang tulus terhadap kondisi sosial yang sedang dan akan terjadi, keinginan untuk memiliki hidup yang jauh lebih membahagiakan dan lebih bernilai, serta kebutuhan untuk membantu orang lain, telah menginspirasi kami untuk berbagi dengan sebanyak-banyaknya orang tentang pentingnya kemandirian secara finansial dan mental. Sahabat, jangan jadikan diri kita bagian dari masalah sosial masyarakat, tapi jadikan diri kita sebagai bagian dari solusi atas permasalahan sosial ekonomi masyarakat. "Tidakkah Kita berkeinginan untuk menikmati hidup yang lebih membahagiakan dan bernilai tinggi? Memiliki gaya hidup yang memungkinkan Anda untuk melakukan apa saja, sesuai dengan keinginan Anda? Gaya hidup yang memungkinkan Anda untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang Anda cintai. Gaya hidup yang memungkinkan Anda untuk menolong orang lain, dan lain sebagainya?" "Hidup Hanya Sekali, Sahabat Ku. Buat Hidup Mu Lebih Berarti Untuk Diri Sendiri, Keluarga, Dan Lingkungan"

0 komentar:
Posting Komentar